Senin, 06 November 2017

TERJEMAH ALHIKAM HIKMAH 65-67

NUR BASHIROH DAN HATI

65. "Nur [cahaya] iman dan nur keyakinan itu sebagai kendaraan yang mengantarkan hati manusia dan asror (rahasia) ke hadirat Alloh."

Nur Ilahyyah yang diberikan Alloh kepada hambanya  itu biasanya hasil sebab dzikir dan latihan-latihan.

Nur itu yang menjadi kendaraan hati dan sir yang menyampaikan pada tujuannya yaitu masuk dan taqorrub kehadirat Alloh swt.

Nur ini juga disebut Nur warid.

66. "Nur [cahaya] tauhid itu sebagai pasukan [tentara] yang membantu hati, sebagaimana gelapnya syirik itu sebagai pasukan [tentara] yang membantu hawa nafsu. Maka apabila Alloh menolong hamba-Nya, maka dibantunya dengan pasukan [tentara] nur Ilahi dan dihentikan bantuan kegelapan dan kepalsuan."

Nur [cahaya] terang yang berupa tauhid, iman dan keyakinan itu sebagai pasukan [tentara] pembela dan pembantu hati, sebaliknya kegelapan syirik dan keraguan itu sebagai pasukan [tentara] pembantu hawa nafsu.

Sesungguhnya Nurut-tauhid dan gelapnya syirik keduanya akan selalu berperang, Apabila Alloh menolong hambanya maka Alloh akan melenyapkan kegelapan syirik dan mengganti dengan nur tauhid.

Seperti contoh,ketika hatimu ingin mengerjakan kebaikan sedangkan nafsumu mengajak pada perkara sebaliknya, maka keduanya akan berperang untuk saling mengalahkan.

Ketika seperti itu bagi hamba tidak ada jalan lain kecuali meminta pertolongan dan berserah diri kepada Alloh.

Dan disinilah terlihat jelas pengertian :

"Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alloh, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya."

"Dan barang siapa yang disesatkan oleh Alloh, maka tidak ada yang dapat menunjukinya."

"Barang siapa yang diberi petunjuk [hidayat] oleh Alloh, maka ialah yang mendapat petunjuk [hidayat], dan barang siapa yang disesatkan oleh Alloh, maka tidak akan engkau mendapatkan pelindung atau pemimpin untuknya."

67. "Nur yang diberikan Alloh didalam hati itu bisa membuka arti sesuatu yang samar/rahasia. Dan Bashiroh [mata hati] bisa menentukan hukum sesuatu sesuai apa yang dilihatnya, sedangkan hati yang melaksanakan atau meninggalkan sesuatu sesuai apa yang telah dilihat oleh bashiroh”

Nur Ilahi itu bisa membuka perkara yang samar dan rahasia seperti baiknya taat dan hinanya maksiat, rahasianya qodar dan lain-lain.

Dan bashiroh itu juga mempunyai hukum yakni bisa melihat seperti hal tersebut.

Lalu kedua kasyaf itu terkadang kurang sempurna, sehingga hamba yang dikaruniai kasyaf tersebut tidak boleh mengerjakan dan menceritakan hal-hal tersebut sebelum meminta fatwa pada hatinya.

TERJEMAH ALHIKAM HIKMAH 65-67
Ibnu 'Atho'illah asSyakandary ra.